Thursday, July 24, 2014

Dampak Pengalihan Jalur Menimbulkan Kecelakan 8 tewas

Kecelakan bus dg beberapa pengendara motor di jalur Pbg-Pemalang tepatnya di Desa Telahab Lor Purbalinnga.

Dampak Pengalihan Jalur PURWOKERTO – Sejumlah jalan dan jembatan di Banyumas dipastikan terkena dampak pengalihan jalur akibat amblasnya Jembatan Comal di Pemalang. Karena beban yang bertambah, umur jalan dan jembatan menjadi lebih pendek dan cepat rusak. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas sudah melakukan survei bersama jajaran Bina Marga Provinsi, serta Satuan Kerja Bina Marga Kementerian PU terkait dampak pengalihan jalur tersebut. Hasil pantauan di sejumlah titik, kondisi infrastrukutur, seperti jalan dan jembatan dinilai masih cukup mampu menerima beban akibat pengalihan jalur tersebut. Hanya saja menurut, Kepala Dinas SDABM Banyumas, Irawadi CES, dampak pengalihan dipastikan akan mengurangi umur jalan dan jembatan, sehingga percepatan kerusakan infrastruktur memang tidak bisa dihindarkan. “Kami berharap pemerintah pusat mulai memikirkan tindak lanjut penanganan jalan dan jembatan baik di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten. Pasalnya, tidak sedikit pula jalan kabupaten yang digunakan sebagai jalur alternatif mudik,” jelasnya. Tidak hanya itu, Irawadi menyebutkan jalur selatan juga merupakan jalur ekonomi yang sangat strategis, ketika jalur Pantura mengalami permasalahan seperti halnya saat ini. “Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga sangat dibutuhkan di jalur-jalur Selatan, termasuk di Banyumas,” katanya. Dia menambahkan, untuk jalan yang berstatus jalan nasional yang berada di wilayah Banyumas, saat ini kondisinya tidak mulus dan cukup bergelombang. Meski demikian, Irawadi menjelaskan saat ini pihaknya sudah mengupayakan perbaikan dan penambalan lubang-lubang jalan baik di jalan utama maupun di jalan-jalan alternatif. “Sekarang jalan berlubang sudah ditambal semua, soalnya kalau tidak diprioritaskan bisa mengganggu kelancaran dan berpotensi menyebabkan kecelakaan dan kemacetan,” jelasnya. Adapun Jalan nasional yang masuk wilayah Banyumas, antara lain jalur arus mudik dari arah Jakarta dan Jabar, jalur tengah untuk jurusan Brebes-Purwokerto melalui jalur masuk di Pekuncen-Ajibarang-Purwokerto, serta jalur menuju arah Wangon hingga ke timur arah Yogaykarta. Kemudian di pintu masuk perbatasan Kecamatan Lumbir dari arah Jawa Barat tembus Wangon menuju arah timur ke Yogyakarta. Jalur tengah lepas Purwokerto arah Purbalingga dan Banjarnegara, masuk ke jalur tengah Jateng. Sedangkan jalur alternatif yang disiapkan untuk arus mudik dan balik Lebaran, terdiri di wilayah barat, yaitu lingkar barat Ajibarang, Parakansinjang-Pasiraman-Tonjong-Legok dan Kalisari serta Karangklesem. Kemudian wilayah timur, meliputi lingkar Sumpiuh dan Sokawera-Kemrajen, Karangtengah-Danareja, Kemudian wilayah wisata, yakni Kutasari-Baturraden, Kemutug Kidul-Kotayasa. Jalur alternatif ke Purbalingga, bisa dilalui dari Tambaksogra-Sumbang yang kondisinya sudah lebih halus. Dan di jalur tengah terdiri Notog-Jatisaba dan Margasana-Jatisaba
dan di jalaur purbalingga arah pemalang letaknya di desa Tlahab terjadi kecelakaan beruntun yg menewaskan 8 korban pengendara sepeda motor yg di tabrak sebuah bus.

Dampak Pengalihan Jalur Menimbulkan Kecelakan 8 tewas

1 comments: